Categories
Berita Pengumuman

Daftar Nama Siswa Kelas 7, 8, dan 9 UPT SMPN 6 Bandar Lampung 2020

SMPN6BDL – Berikut ini adalah daftar nama siswa kelas 7, 8, dan 9 UPT SMPN 6 Bandar Lampung 2020.

Daftar Nama Siswa Kelas 7, 8, dan 9 UPT SMPN 6 Bandar Lampung 2020

Untuk melakukan Pengecekan Kelas silahkan Klik pada Link Berikut ini:

“CARI KELAS”

Bagi siswa yang telah menemukan kelasnya, silahkan hubungi Wali Kelas nya masing-masing. Terimakasih.

Categories
Berita

Arti lambang OSIS SMP

“Tak kenal maka tak sayang”. Ungkapan yang tidak asing lagi bagi kita. Semuanya pasti setuju (betul ga’?). Termasuk sayang sama almamater sendiri, sekolah kita atau OSIS sekalipun. Kalau kita belum kenal mana mungkin kita bisa sekedar suka atau sayang.

Nah, buat yang satu ini (baca OSIS) juga kita harus kenal terlebih dahulu baru kemudian kita menyayanginya dengan cara menjaga nama baik dan ikut aktif pada setiap acara OSIS. Mungkin selama ini kita hanya tahu lambang OSIS SMP warnanya kuning dan lambang OSIS SMA warnanya coklat. Sekedar itu! Padahal kalau kita simak dan telaah lebih seksama (keren banget ya bahasanya hehe), tentu rasa kebanggaan sebagai bagian dari OSIS lebih bermakna! (cieeeh!)

Yuk kita telaah satu persatu:

OSIS-1

  1. Bunga Bintang Sudut Lima dan Lima Kelopak Daun Bunga;  Siswa adalah bunga harapan bangsa. Warna Putih menunjukkan kemurnian jiwa yang berintikan Pancasila *> Dalam daya dan upaya melalui lima jalan Yakni: Abdi, Adab, Ajar, Aktif dan Amal (5 A)
  2. Buku Terbuka; Kewajiban utama siswa adalah belajar keras menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi.
  3. Kunci Pas; Kewajiban utama siswa yang kedua adalah bekerja keras, dapat membuka permasalahan dan dapat menemukan kunci keberhasilan.
  4. Dua Tangan Terbuka; Kewajiban utama siswa yang ketiga adalah berbakti dan bersedia menolong yang lemah.
  5. Biduk/Perahu Lesung; Wadah pembinaan untuk menuju masa depan yang lebih baik sesuai cita-cita.
  6. Pelangi Merah Putih; Gambaran/Jembatan menuju ke tujuan Nasional (masyarakat adil, makmur yang digambarkan atau dilambangkan padi kapas).
  7. Butir Padi, 8 lipatan pita, 4 kapas, 5 daun kapas.Siswa harus menegakkan nilai-nilai perjuangan 45 sebagai kader bangsa dan pembangunan.
  8. Warna Kuning; Warna kehormatan generasi muda dipercaya untuk berbuat baik melalui organisasi demi Nusa dan Bangsa.
  9. Warna Coklat; Dalam berfikir, bertingkah laku harus berpijak pada tanah air Budaya bangsa
  10. Warna Merah Putih; Suci, berani dalam membela kebenaran

Itulah arti lambang OSIS yang selama ini kita pasang di saku seragam sekolah kita. Pasti bangga donk! Kita mendapat kehormatan sebagai generasi muda yang dipercaya untuk berbuat baik melalui organisasi demi Nusa dan Bangsa Indonesia. Majulah OSIS, Jayalah Indonesia!

Sumber: https://adelpriady.wordpress.com/2009/11/05/arti-lambang-osis-smp/

Categories
Berita Nasional

Pusing Pilih SMA atau SMK? Coba deh jawab ini dulu!

SMPN6BDL – Pasti banyak banget dong dari kamu yang masih bingung memilih sekolah? Khususnya siswa-siswi SMPN 6 Bandar Lampung yang sebentar lagi akan melaksanakan UNBK lalu melanjutkan pendidikannya ke jenjang sekolah menengah. Nah, di jenjang ini kamu akan dihadapkan pada dua pilihan. SMA atau SMK? Bingung kan?! 😀

Biar gak kejebak ajakan teman, dan akhirnya salah memilih sekolah, sebaiknya kamu jawab dulu 5 pertanyaan berikut ini. Inget coba jawab jujur dari dalam hati kamu sendiri ya. 😀

Pusing Pilih SMA atau SMK? Coba deh jawab ini dulu!

Pusing Pilih SMA atau SMK? Coba deh jawab ini dulu!

1. Apa tujuanmu setelah lulus nanti?

Tanyakan ini pada dirimu. Jika kamu punya tujuan supaya langsung bekerja setelah lulus sekolah, sebaiknya kamu memilih SMK. Tetapi jika kamu berniat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sebaiknya kamu memilih SMA.

2. Apa hal yang kamu sukai?

Jika kamu menyukai hal yang berhubungan dengan praktik atau suka jurusan teknik, sebaiknya kamu memilih SMK. Tetapi jika kamu adalah tipe orang yang lebih senang bermain logika, sebaiknya kamu memilih SMA.

3. Apa pekerjaan yang kamu impikan?

Jika pekerjaan yang kamu impikan mengharuskanmu harus memiliki gelar tertentu, sebaiknya kamu memilih SMA. Tetapi jika pekerjaan yang kamu pilih tidak menetapkan standar pendidikan tertentu, kamu bisa memilih SMK.

Selain itu, jika memilih SMK, kamu bisa menekuni keahlianmu dan dan bisa mendalaminya lagi di perguruan tinggi.

4. Apakah kami punya cukup biaya?

Jika keadaan keuanganmu kurang baik, dan mengharuskanmu untuk segera mempunyai penghasilan, maka sebaiknya memilih SMK. Setelah itu jika memang ingin melanjutkan pendidikan, kamu bisa kuliah sambil bekerja.

Bila keuangan keluargamu memang mencukupi, lanjutkan saja hingga ke perguruan tinggi. Bukankah mengejar ilmu itu tidak ada ruginya?

5. Apakah potensi di sekitarmu?

Amati derah sekitarmu. Perhatikan, apakah ada potensi usaha atau peluang kerja yang cocok buat kamu. Bila di daerahmu mempunyai banyak ladang usaha, yang membutuhkan keterampilan tertentu, sebaiknya kamu memilih SMK.

Tetapi apabila peluang kerja di sana lebih ke arah logika, sebaiknya kamu memilih SMA.

Itu beberapa hal yang bisa kamu jadikan pertimbangan untuk memilih sekolah. Jadi jangan sampai salah memilih ya. Gimana udah yakin dong sekarang? Atau malah tambah pusing. Akh… yaudah deh mondok aja… 😀

Source: idntimes.com

Categories
Berita

30 Tips Cara Belajar Yang Efektif, Baik, dan Benar

SMPN6BDL – Belajar yang efektif adalah proses belajar mengajar yang berhasil guna, dan proses pembelajaran itu mampu memberikan pemahaman, kecerdasan, ketekunan, kesempatan dan mutu / kualitas yang lebih baik serta dapat memberikan perubahan perilaku dan dapat diaplikasikan atau diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga hasil dari pembelajaran itu akan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang unggul.

Dan untuk mencapai belajar yang efektif tentu saja dalam proses belajarnya harus dilakukan dengan baik dan benar. Berikut ini adalah tips-tips belajar yang baik dan benar :

30 Tips Cara Belajar Yang Efektif, Baik, dan Benar

30 Tips Cara Belajar Yang Efektif, Baik, dan Benar

1. Belajar Kelompok

Belajar kelompok dapat menjadi kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan karena ditemani oleh teman dan berada di rumah sendiri sehingga dapat lebih santai.

Namun sebaiknya tetap didampingi oleh orang dewasa seperti kakak, paman, bibi atau orang tua agar belajar tidak berubah menjadi bermain. Belajar kelompok ada baiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar yang tidak pandai jadi ketularan pintar.

Dalam belajar kelompok kegiatannya adalah membahas pelajaran yang belum dipahami oleh semua atau sebagian kelompok belajar baik yang sudah dijelaskan guru maupun belum dijelaskan guru.

2. Rajin Membuat Catatan Intisari Pelajaran

Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada. Namun catatan tersebut jangan dijadikan media mencontek karena dapat merugikan kita sendiri.

3. Membuat Perencanaan Yang Baik

Untuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik. Oleh karena itu ada baiknya kita membuat rencana belajar dan rencana pencapaian nilai untuk mengetahui apakah kegiatan belajar yang kita lakukan telah maksimal atau perlu ditingkatkan. Sesuaikan target pencapaian dengan kemampuan yang kita miliki. Buat rencana belajar yang diprioritaskan pada mata pelajaran yang lemah. Buatlah jadwal belajar yang baik.

4. Disiplin Dalam Belajar

Apabila kita telah membuat jadwal belajar maka harus dijalankan dengan baik. Contohnya seperti belajar tepat waktu dan serius tidak sambil main-main dengan konsentrasi penuh. Jika waktu makan, mandi, ibadah, dan sebagainya telah tiba maka jangan ditunda-tunda lagi. Lanjutkan belajar setelah melakukan kegiatan tersebut jika waktu belajar belum usai. Bermain dengan teman atau game dapat merusak konsentrasi belajar.

Sebaiknya kegiatan bermain juga dijadwalkan dengan waktu yang cukup panjang namun tidak melelahkan jika dilakukan sebelum waktu belajar. Jika bermain video game sebaiknya pilih game yang mendidik dan tidak menimbulkan rasa penasaran yang tinggi ataupun rasa kekesalan yang tinggi jika kalah.

5. Menjadi Aktif Bertanya dan Ditanya

Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, teman atau orang tua. Jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji orang yang kita tanya.

Tawarkanlah pada teman untuk bertanya kepada kita hal-hal yang belum dia pahami. Semakin banyak ditanya maka kita dapat semakin ingat dengan jawaban dan apabila kita juga tidak tahu jawaban yang benar, maka kita dapat membahasnya bersama-sama dengan teman.

6. Belajar Dengan Serius dan Tekun

Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian. Ketika waktu luang baca kembali catatan yang telah dibuat tadi dan hapalkan sambil dimengerti.

Jika kita sudah merasa mantap dengan suatu pelajaran maka ujilah diri sendiri dengan soal-soal. Setelah soal dikerjakan periksa jawaban dengan kunci jawaban. Pelajari kembali soal-soal yang salah dijawab.

7. Hindari Belajar Berlebihan

Jika waktu ujian atau ulangan sudah dekat biasanya kita akan panik jika belum siap. Jalan pintas yang sering dilakukan oleh pelajar yang belum siap adalah dengan belajar hingga larut malam / begadang atau membuat contekan.

Sebaiknya ketika akan ujian tetap tidur tepat waktu karena jika bergadang semalaman akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.

8. Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan dan Ujian

Hindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian. Mencontek dapat membuat sifat kita curang dan pembohong. Kebohongan bagaimanapun juga tidak dapat ditutup-tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melakukan kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya.

Anggaplah dengan nyontek pasti akan ketahuan guru dan memiliki masa depan sebagai penjahat apabila kita melakukan kecurangan.

9. Jadilah Seorang Pemimpin. Latihlah rasa tanggung jawabmu.

Apabila guru meminta bantuanmu untuk mengerjakan sesuatu misalnya membersihkan kelas, jangan ragu untuk menerimanya. Ajak beberapa teman kelas dan pimpin mereka untuk membersihkan kelas bersama-sama.

10. Mendengarkan Penjelasan Guru Dengan Baik.

Jawablah setiap pertanyaan yang diajukan oleh guru apabila kamu mengetahui jawabannya. Jangan menunggu guru untuk memanggil kamu untuk menjawab pertanyaan.

11. Jangan Malu Untuk Bertanya.

Selalu ajukan pertanyaan kepada guru apabila tidak mengerti tentang sesuatu hal.

12. Kerjakan PR

Kerjakan PR dengan baik, jangan selalu mencari alasan untuk tidak mengerjakannya. Jangan malas mengerjakan PR dengan alasan lupa atau menunda-nunda mengerjakannya. Enak kan kalau kita cepat mengerjakan PR, jadi masih punya banyak waktu untuk bermain dan nonton TV deh!

13. Selalu Mengulang Pelajaran yang Sudah diajarkan

Setiap pulang dari sekolah, selalu mengulang pelajaran yang tadi diajarkan. Nanti sewaktu ada ulangan jadi tidak banyak yang harus dipelajari! Asyik!

14. Cukup Istirahat, Makan Dan Bermain

Semuanya dilakukan secara berimbang. Setelah pulang sekolah, kita sering ingin cepat-cepat bermain dan melupakan segala hal penting lainnya, contohnya makan dan istirahat.

Padahal setelah seharian di sekolah, tak terasa badan kita membutuhkan masukan energi tambahan yang bisa didapatkan dari istirahat dan makanan yang kita makan. Oleh karenanya kita harus dapat membagi waktu untuk makan, istirahat dan bermain. Kalau semuanya dilakukan dengan baik, badan jadi segar setiap hari! Jadi tidak sering mengantuk di kelas!

15. Banyak Berlatih Pelajaran Yang Kurang Disukai

Apabila kamu tidak menyenangi suatu mata pelajaran, contohnya matematika, maka banyak-banyaklah berlatih, mengikuti kursus atau belajar berkelompok dengan teman. Sehabis belajar bisa bermain dan menambah teman baru di tempat kursus. Selain itu, siapa tahu dari kurang menyukai matematika, kalian malahan menyukainya.

16. Ikutilah Kegiatan Ektrakurikuler Yang Kamu Senangi

Cari tahu kegiatan apa yang cocok dan kamu suka. Contohnya apabila kalian suka pelajaran tae kwon do, cobalah untuk mengikuti kursus dari kegiatan tersebut, sehingga selain belajar pelajaran-pelajaran yang diajarkan di sekolah, kalian juga dapat mendapatkan pelajaran tambahan di luar sekolah.

17. Cari Seorang Pembimbing Yang Baik

Orangtua adalah pembimbing yang terbaik selain guru. Apabila ada yang kurang jelas dari keterangan guru di sekolah, kalian dapat menanyakan hal tersebut kepada orang tua. Selain itu, kalian juga dapat belajar dari teman yang berprestasi.

18. Jangan Suka Mencontek Teman

Kalau mencontek, kamu bisa bodoh karena tidak berpikir sendiri. Lagipula belum tentu, teman yang kamu contek itu menjawab pertanyaan dengan benar. Belum lagi kalau ketahuan guru dan teman lain, malu kan? Kalau kamu rajin belajar, pasti bisa menjawab semua pertanyaan dengan benar sehingga ulangan dapat nilai baik.

19. Niat Dengan Sungguh-Sungguh

Kalau belajar tidak sungguh-sungguh ataupun tidak niat, yang ada malah pikiran kita melayang kemana-mana. Entah itu tentang makanan, games, lawan jenis, dll. Oleh sebab itu, belajar yang baik dimulai dengan niat yang sungguh-sungguh.

20. Lokasi dan Situasi Yang Kondusif

Jikalau kita belajar, tidak mungkin kalau kita lakukan di tengah jalan raya? Ataupun ketika kita sedang makan. Cara yang paling efektif untuk belajar adalah mencari tempat yang nyaman dan tidak terlalu banyak gangguan agar kita bisa lebih konsentrasi.

21. Hindari Sikap Tidak Jujur

Sekarang ini banyak siswa membuat catatan untuk mencontek saat ada ulangan atau ujian. Dengan belajar dengan jadwal yang teratur seorang murid akan selalu siap jika ada ulangan dadakan dan tidak perlu mencontek.

22. Metode Imitasi

Proses belajar bisa berjalan dengan sempurna melalui metode imitasi atau meniru. Metode ini di realisasikan ketika seorang meniru orang lain atau gurunya, metode ini sering di gunakan anak kecil untuk melafal kata bahasa dari orang tuanya, Begitu juga jika ia meniru berbagai perilaku,etika dan tradisi

23. Trial and Error

Manusia juga belajar dari eksperimen pribadi.dia akan berusaha secara mandiri untuk memecahkan masalah yang di hadapi.terkadang beberapa kali dia melakukan kesalahan dalam memecahkan masalah, namun dia juga beberapa kali mencoba untuk melakuakan kembali. Sampai pada akhirnya dia mampu untuk menyelesaikan permasalahan dengan benar.

24. Conditioning

Manusia bisa belajar dengan pengkondisian. Seseorang di katakan belajar dengan pengkondisian jika ada stimulun dari indrawi yang merangsangnya. Ketika itulah seseorang menanggapi stimulus tersebut. Tanggapan yang ia berikan ialah suatu respon yang juga di barengkan dengan stimulus netral. Kemudian respon menyertai stimulus netral itu akan di ulang beberapa kali.

Setelah di lakukan pengulangan beberapa kali, kita akan menjumpai bahwa stimulus netrsl bisa memberikan respon dengan sendirinya sekalipun stimulus indrawi sudah tidak ada lagi.contoh klasi yang dilakukan psikolog Rusia Ivan pavlov dalam experimennya yang cukup masyur.

Dia membunyikan lonceng (stimulus netral) pada waktu dia meletakkan sedikit makanan di mulut anjing (indrawi).biasanya, jika makanan itu di letakkan di deapn mulut anjing maka anjing tersebut akan meneteskan air liur (respon).dengan demikian air liur berbarengan dengan bunyi lonceng.

Ketika hal ini di ulangi beberapa kali, maka peneliti mencoba untuk membunyikan lonceng tanpa meletakkan makanan pada mulut anjing tersebut. Maka hasilnya anjing tersebut tetap meneteskan air liur ketika ia mendengar suara lonceng, sebuah respon baru yang belum pernah dialami oleh anjing.

Sekarang anjing tersebut merespon bunyi lonceng dengan meneteskan air liurnya.padahal sebelum di lakukan eksperimen anjing tersebut tidak meneteskan air liur kalau hanya mendengar bunyi lonceng.

25. Metode Berpikir

Proses belajar juga bisa berjalan sempurna dengan melalui metode berpikir, dengan metode ini seseorang sering kali mampu menyelesaikan masalah hidupnya, dia akan memilki kesamaan dan apa saja yang tidak memiliki kemiripan. Dengan demikian dia akan bisa menarik kesimpulan, dengan pilihan tersebut. Maka pada kuncinya berilah anak-anak kita pertanyaan yang menurut dia mudah, dengan demikian anak tersebut akan selalu belajar dan berpikir.

26. Mulailah Dari yang “Kecil”

Mulailah belajar dari topik yang paling anda kuasai / gampang. Setelah itu barulah dilanjutkan dengan topik yang lebih “menantang”. Hal ini dimaksudkan agar kita tidak langsung down dan putus asa jika mengerjakan soal-soal sulit terlebih dahulu.

27. Sering-seringlah “Practice”

Latihan dan latihan itulah kunci untuk mahir dalam suatu mata pelajaran. Semakin banyak anda mengerjakan dan memahami soal semakin terbiasa pula anda dalam mengerjakannya.

28. Fokus

Ketika belajar, kita dituntut untuk serius. Jangan setengah hati. Karena pikiran kita tidak dapat melakukan / memikirkan beberapa kegiatan / hal dalam satu waktu.

29. Mohon Bimbingan-NYA

Jangan lupa banyak-banyak berdoa. Karena selain dari nilai religi-nya, hal tersebut dapat membuat kita lebih fokus ketika belajar dan dapat membuat pikiran kita lebih tenang.

30. Menggunakan Media dan Sumber-Sumber Yang Relevan

Jika kita hanya menggunakan 1 buku sebagai bahan patokan untuk belajar. Apapun hasil yang kita dapat belum tentu maksimal. Untuk itulah, cobalah untuk mencari-cari hal yang terkait kita pelajari dengan menggunakan Sumber dan Media yang sudah ada.

Kita bisa mencarinya dengan menggunakan Internet, Koran, Buku lain, Majalah, dan lain-lain. Tentu kita juga tidak mau ilmu yang kita dapat hanya segitu saja karena hanya mempunyai 1 buku atau sumber yang tidak lengkap. Untuk itulah, Sumber dan Media hanyalah sebagai pelengkap dalam belajar yang baik dan benar.

Sumber: Fanspage Facebook Pingin pintar, belajar disini

Categories
Berita

Disdikbud Kerahkan 40 Guru Buat Soal USBN dan UAS SD dan SMP

SMPN6BDL – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bandar Lampung tengah menggodok soal ujian bagi siswa SD dan SMP.

Sekretaris Disdikbud Bandar Lampung Eka Afriana kepada awak media di LPMP Lampung, Senin (14/1) mengatakan hingga empat hari kedepan akan dibuat soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) bagi SD dan SMP.

Lalu Ujian Akhir Sekolah (UAS) hanya untuk siswa SD saja, dan ada 40 guru yang membuat soal tersebut.

“Kalau soal yang akan kita buat setiap matapelajarannya masih menyesuaikan, tapi yang pasti untuk matapelajaran UAS BN SD yakni Matematika, Bahasa Indonesia dan IPA,” katanya

Kemudian jenjang SMP yakni matapelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, Bahasa Inggris, IPS dan Pkn.

Sedangkan untuk UAS (Ujian Akhir Sekolah) untuk SD yakni Pkn, IPS, SBK (Seni Budaya dan Kesenian) dan PJOK (Olahraga).

Terkhusus untuk soal USBN ada 25 persen itu dari bank soal Kemendikbud, dan sisanya 75 persen yang dibuat oleh tim.

Ditambahkan oleh Ketua MKKS SMP Bandar Lampung M Badrun bahwa soal yang akan dibuat yakni ada 40 soal pilihan ganda dan esaynya sekitar lima soal.

Dengan soal yang dibuat nantinya akan terdapat ketingkatan High Order Thinking Skill (HOTS) atau kemampuan berfikir tingkat tinggi.

“Setiap matapelajaran menggunakan sistem HOTS, kita buat soal ini harapannya bisa menguji kemampuan siswa,” kata Kepsek SMPN 25 Bandar Lampung

Adapun jadwalnya untuk USBN SD dan SMP diperkirakan pada awal sampai pertengahan April mendatang.

Lalu dilanjutkan pada pertengahan April hingga akhir bulan akan dijadwalkan UAS, diharapkan agar para siswa bisa mempersiapkan semuanya.

Sumber: Tribun Lampung

Categories
Berita

Tragedi Guru Budi Membuat Dunia Pendidikan Kembali Berduka

SMPN6BDL –  Tak pernah siapapun menduga Kamis kemarin, 1 Februari 2018, hari terakhir guru muda Ahmad Budi Cahyono terakhir mengajar. Berhenti untuk mengajar selama-lamanya. Berpulang ia meninggalkan duka. Pagi ini air mata masih basah di Sampang,  Madura.

Guru honorer mata pelajaran seni rupa di SMA Negeri 1 Torjun,  Sampang,  Madura itu masih sangatlah muda. Masih harum berbunga pula kehidupannya, belum lama usia pernikahannya. Empat bulan buah cinta dalam kandungan istrinya.

Tragedi Guru Budi

Tragedi Guru Budi Ahmad Budi Cahyono

Guru Budi mengajar seperti biasa. Meski gaji pas-pasan saja,  ia terus mengabdikan dirinya. Bakti dan imbalan kadang tak sejalan,  tapi ikhlas ia lakukan berharap suatu hari ia tak lagi jadi guru honorer, semua harapan untuk menafkahi keluarga barunya.

Kamis kemarin, ia mengajar di kelas XI. Pelajaran menggambar tengah dilakukan. HI,  siswa itu tak peduli, ia terus mengganggu teman-temannya,  bahkan kemudian bisa tidur seenaknya dalam kelas. Guru tak lagi dihargai.

Guru Budi menegur, pipi si siswa dicoret cat air, bukannya sadar.  HI merangsek Guru Budi, memukuli kepala gurunya sendiri. Pengganti orang tuanya itu tak lagi dihormati. Terus ia pukuli jika teman-temannya tak melerai.

Tak sampai di situ, pulang sekolah murid durjana itu menunggu Guru Budi dan kembali menganiaya.

Setiba di rumah,  Guru Budi merasakan sakit kepalanya, makin menjadi.  Tak sadarkan diri kemudian. Keluarga membawanya ke RS Dr Sutomo, Surabaya. Semalam, sekitar pukul 21.40, Guru Budi berpulang. Diagnosis dokter mati batang otak.

Guru Budi berpulang dipukuli muridnya sendiri. Tragedi yang tak seharusnya terjadi. Hormat murid kepada guru tak seperti dulu. Sungkan siswa kepada guru tak lagi banyak ditiru. Negeri nanti seperti tak berjiwa lagi. Guru Budi meninggal karena matinya budi pekerti generasi.

Shinta, istri Guru Budi berduka tak terkira. Anak yang baru empat bulan dikandungnya, lahir nanti tak ditunggui ayahnya. Yatim si anak pada kelahirannya.

Shinta akan mengisahkan tentang Guru Budi,  guru honorer di daerah terpencil yang meninggal dianiaya muridnya sendiri, kepada anaknya.

Kabar yang tak muncul sebanyak berita lainnya di media massa. Padahal inilah nilai dasar,  ketika murid mulai tak menghargai gurunya,  ketika siswa bisa memukuli guru semaunya.

“Guru Budi itu ayahmu,  Nak,” kata Shinta bertahun kemudian di hadapan pusara bertuliskan Ahmad Budi Cahyono. Tangis terpendam. Masa meredam. Luka mendalam. Terdiam.

Yaa Allah,
hamba hanya yakin..
rencana-Mu berjuta-juta kali lipat jauh lebih baik dari yang terbaik sekalipun menurut kami.
Terima kasih naak dan maafkan ayah ibu,” tulis Anit.

Source: facebook.com

Semoga kejadian seperti ini tidak akan pernah terjadi di Lampung, khususnya di SMPN 6 Bandar Lampung. Aamiin.

Berita Selengkapnya...

SURYA.co.id I SURABAYA –  Tragedi Guru Budi , Ahmad Budi Cahyono, guru kesenian SMAN 1 Torju, Kabupaten Sampang yang tewas setelah dipukul muridnya ternyata masih berstatus guru honorer (guru tidak tetap).

Guru yang dikenal multitalenta ini masih menerima gaji di bawah upah minimum kabupaten (UMK) Sampang.

Hal ini diungkapkan, Kepala Dindik Jatim Saiful Rahman usai melayat ke rumah duka, Jumat (2/2/2018).

“Semua berduka dan semua sangat kehilangan. Tadi banyak guru ikut melayat di rumah duka. Nanti kami akan menyampaikan keterangan resmi tekait tragedi di dunia pendidikan ini,” kata Saiful.

Apakah Dindik Jatim akan memberi penghargaan khusus kepada Budi, Saiful belum mau menyinggung soal itu.

Sementara itu, salah satu rekan korban mengaku sangat kehilangan akan sosok guru ini. “Pak Budi itu kreatif. Jago main musik dan seni,” kata salah satu rekan Budi.

Dia sangat prihatin atas musibah yang dialami Budi.

Apalagi sampai kini dia masih berstatus honorer yang hanya menerima gaji Rp 500.000  hingga Rp 600.000.

 “Tadi kami nglayat. Kasihan, istrinya hamil 4 bulan. Hamil pertama keguguran dan ini hamil kedua,” ucap rekan guru ini.

Diberitakan sebelumnya, kasus penganiayaan itu berlangsung Kamis (1/2/2018).

Penganiayaan ini mengakibatkan nyawa sang guru, Ahmad Budi Cahyono  tak terselamatkan.

Dalam laporan polisi terungkap penganiayaan ini terjadi sekitar pukul 13.00 WIB pada saat sesi jam terakhir .

Guru Budi yang masih berstatus honorer sedang mengajar Mata Pelajaran Seni Rupa di kelas IX tentang Seni Lukis.

Siswa berinisial MH ini tidak mendengar pelajaran yang disampaikan Budi, malah mengganggu teman-temannya dengan mencoret-coret lukisan mereka.

Budi pun menegur siswa yang anak seorang kepala pasar ini.

Namun teguran itu tak dihiraukan, malah MH semakin menjadi-jadi mengganggu teman-temannya.

Akhirnya guru Budi menindak  MH dengan mencoret pipinya pakai cat warna.

MH tidak terima lalu memukul guru Budi.

Kemudian siswa dan guru lainnya melerai dan membawa mereka ke ruang guru untuk menjelaskan duduk perkaranya.

“Saat itu Kepsek tidak melihat adanya luka di tubuh dan wajah P. Budi dan mempersilahkan agar P. Budi pulang duluan. Kemudian Kepsek mendapat kabar dari pihak keluarga P. Budi bahwa sesampainya di rumah, P. Budi istirahat (tidur) karena mengeluh sakit pada lehernya. Selang beberapa saat P. Budi kesakitan dan tidak sadarkan diri (koma) dan langsung dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo-Surabaya,” tulis laporan yang diterima Surya.

Informasi lain menyebutkan, saat guru Budi pulang dicegat MH.

Pukul 21.40 WIB dikabarkan guru Budi sudah meninggal dunia di RSUD Dr. Soetomo.

Kabar ini rupanya telah sampai ke telinga Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Saiful Rachman.

Saat dikonfirmasi Surya, Saiful memastikan korban sudah dibawa pulang keluarganya, Jumat (2/2/2018) dini hari.

“Jam 03.00 korban telah dibawa pulang keluarganya dari RS Dr Soetomo Surabaya,” kata Kepala Dindik Jatim Saiful Rachman, Jumat (2/2/2018).

Saiful sangat menyayangkan insiden tersebut. Dia juga prihatin karena peristiwa itu terjadi saat jam pelajaran di kelas.

Korban dikenal jago musik termasuk biola. Juga ganteng. “Dia guru idola para siswanya. Pinter dan Multi talent dan masih muda. 27 tahun,” ucap Saiful.

Dalam cuitannya di Twitter, Saiful Rachman bertekat akan menuntaskan kasus penganiayaan siswa yang menewaskan guru guru di SMA Tarjon, Sampang.

Menurutnya persoalan ini sangat serius dan harus ditindaklanjuti secara hukum.

Saiful pun memention hal itu ke twitter resmi Kemendikbud RI serta Pemprov Jatim.

Netizen pun mendukung langkah Saiful.

Sumber: tribunnewes.com

[collapse]
Categories
Berita Pengumuman Pinned Post

8 Tips Jitu Sebelum Mengikuti Program Guru Pembelajaran | SMPN6BDL

8 Tips Jitu Sebelum Mengikuti Program Guru Pembelajaran | SMPN6BDL – Halo rekan-rekan guru se-Indonesia. Pada kesempatan kali ini admin akan memberikan beberapa tips sebelum mengikuti program guru pembelajaran. Tips ini admin rangkum berdasarkan pengalaman mengikuti program pembelajaran. Hope you enjoy! Let’s check it out!

8 Tips Jitu Sebelum Mengikuti Program Guru Pembelajaran | SMPN6BDL

8 Tips Jitu Sebelum Mengikuti Program Guru Pembelajaran

Just share pengalamana admin . Siapa tau bermanfaat untuk rekan guru yang juga sedang bersiap-siap mengikuti program pembelajaran. Info untuk Program Guru Pembelajar.

1. Pastikan anda masuk ke Moda yang mana?

a. KK yang Lulus 5-7 ikut masuk ke Moda Full Daring. (Jumlah merahnya atau KK yang GAGAL ada 3-5)
b. KK yang lulus 3-4 ikut masuk ke Moda Daring Kombinasi. (Jumlah merahnya atau KK yang GAGAL ada 6-7)
c. KK yang lulus 0-2 ikut masuk ke Moda Tatap Muka. (Jumlah merahnya atau KK yang GAGAL ada 8-10)
Note: Setiap KK terdiri dari 6 sesi, dimana HARUS diselesaikan dalam 6 minggu. Jadi, ada 1 sesi setiap 1 minggunya.

2. Peralatan yang harus di persiapkan khusus untuk Moda Daring dan Daring Kombinasi

a. Internet (Usahakan yang koneksinya stabil)
b. Laptop, Notebook, atau Netbook. Pake Komputer ga bisa? Bisa aja, tapi kudu beli kamera web (webcam) untuk belajar online nya.
c. Wajib instal aplikasi yang harus di download pada alamat yg tersedia pada buku panduan.
d. Handphone (untuk komunikasi sesama peserta daring.) Biasanya akan dibuatkan group oleh guru pengampu.

3. Persiapkan akun dan pasword

Jangan lupakan nomor UKG dan pasword. Hayo…siapa yang ga inget nomor UKG nya? langsung tanya pak ops. kita aja yak… 😀

4. Pastikan sudah register di gurupembelajar.id

Login lalu lihat pada bagian buku yang terbuka. (lihat. gambar)

5. Lihat Undangan yang diberikan, lalu terima undangan, lalu cetak undangan

Pastikan anda mempunyai soft copy nya. Jadi ini sebagai bukti dan naungan hukum nya. Katanya sih… 😀
Kalo di undangannya tertulis:
“Layanan ini diselenggarakan oleh Direktorat Jendral GTK Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, dalam rangka meningkatkan kualitas GTK di Indonesia.Tunjukan surat undangan ini ke Dinas Pendidikan naungan Anda, untuk mendapatkan SURAT IJIN mengikuti
kegiatan tersebut.”

6. Persiapkan diri untuk belajar

Materinya mana? Tenang, materi sudah tersedia apabila akun sudah aktif, dan moda pembelajaran sudah tersedia. Mengingat materinya berupa soft copy, jadi musti di cetak/print agar lebih jelas dan mudah dalam mempelajarinya.
Mau cetak materi? Silahkan hubungi pak. ops kita. Tapi paling di suruh beli printer. 😀 Mengingat di skolah, printernya sudah uzur…. ups.. #NoOffence 😀

7. Jangan Ragu untuk bertanya dan saling berbagi informasi.

8. Belajar, berusaha, dan berdoa! Semoga di UKG selanjutnya sudah bisa memenuhi kriterianya.

Just info: Tiap tahun, nilai minimum dari UKG  akan terus meningkat. Jadi…. ya gitu deh… tau lah ya… hahaha 😀

Demikianlah 8 tips jitu sebelum mengikuti program guru pembelajaran semoga dapat bermanfaat bagi Anda sekalian. Apabila ada tips lainnya, bisa di comment di bawah ya. 😀 Sukses Selalu dan Terima kasih.
Wassalam.

Categories
Berita Pengumuman Pinned Post

3 Jenis Moda Pelatihan Guru Pembelajar yang Wajib Anda Ketahui

3 Jenis Moda Pelatihan Guru Pembelajar yang Wajib Anda Ketahui – Selamat datang di website resmi SMPN 6 Bandar Lampung rekan-rekan guru se-Indonesia, khususnya guru yang mengajar di SMPN 6 Bandar Lampung.

Akhir-akhir ini kita baru saja melaksanakan kegiatan UKG (Uji Kompetensi Guru) yang dilaksanakan oleh Kemdikbud. Tahukah Anda setelah melaksanakan UKG, maka ada program pemerintah yang bernama Program Guru Pembelajar?

Program Guru Pembelajar adalah program peningkatan kompetensi bagi guru yang melibatkan partisipasi publik meliputi pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, orang tua siswa, serta dunia usaha dan dunia industri, dalam bentuk kegiatan pelatihan, kegiatan kolektif guru, dan kegiatan lain yang mendukung.

Program Guru Pembelajar adalah sebuah program pasca UKG yang diselenggarakan oleh Kemdikbud untuk melatih para guru agar lulus pada keseluruhan Kelompok Modul yang terdiri dari 10 KK.

Nah, berikut ini adalah 3 macam model atau metode pelatihan dalam program guru pembelajar. Langsung aja yuk, let’s check it out!

3 Jenis Moda Pelatihan Guru Pembelajar yang Wajib Anda Ketahui

3 Jenis Moda Pelatihan Guru Pembelajar yang Wajib Anda Ketahui


1. Model Tatap Muka


  1. Jumlah modul yang harus dipelajari sebanyak 8-10 modul. Artinya nilai rata-rata UKG yang belum memenuhi KCM sebanyak 8-10 modul. Silakan disimak dalam artikel mengenai Raport UKG 2015
  2. Semua guru yang bertugas di daerah 3T.
  3. Guru yang karena pertimbangan geografis dan/atau pertimbangan lain yang disepakati oleh otoritas terkait tidak memungkinkan untuk mengikuti Moda Diklat Daring.

screenshot_79

Pengertian Guru Pembelajar Moda Tatap Muka

Diklat Guru Pembelajar Moda Tatap Muka adalah bagian dari sistem pembelajaran, dimana terjadi interaksi secara langsung antara fasilitator dengan peserta pembelajaran. Interaksi pembelajaran yang terjadi dalam diklat tatap muka meliputi pemberian input materi, tanya jawab, diskusi, latihan, praktek, dan/atau  penilaian.

Yang termasuk moda tatap muka adalah tatap muka penuh dalam satu blok waktu tertentu, tatap muka tidak penuh (in-on-in), dan tatap muka dalam kegiatan kolektif guru yaitu Pusat Kegiatan Gugus (PKG) untuk guru TK, Kelompok Kerja Guru  (KKG) untuk guru SD, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) untuk guru SMP/SMA/SMK, dan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK).

Cara pelaksanaan Model Tatap Muka Guru Pembelajar

screenshot_80

  1. Guru akan diberikan modul manual yakni modul A, B, C sembari Diklat selama 3 bulan
  2. Kemudian Modul C, E, G, I, dan J dipelajari secara mandiri menggunakan modul yang diperoleh dari Direktori Diklat (website kemdikbud)

*Catatan Penting: Guru yang nilai UKG nya 2015 lalu dibawah standar akan diikutkan dengan metode ini. Guru harus mempelajari 8-10 modul

Apakah Anda Termasuk Guru Moda Tatap Muka? Lanjutkan Membaca Moda Tatap Muka pada artikel dibawah ini. Silahkan klik saja…. ^_^

Wajib Baca!!! Penjelasan Lengkap Mengenai Moda Tatap Muka Guru Pembelajar


2. Guru Pembelajar Moda Daring Kombinasi


Guru Pembelajar Moda Daring Kombinasi bagi guru-guru yang hasil UKG-nya standar atau tidak jauh dari angka 55

screenshot_81

Cara pelaksanaan Model Daring Kombinasi Guru Pembelajar

3 Jenis Moda Pelatihan Guru Pembelajar Se-Indonesia | SMPN6BDL

Ketentuan :

  1. Memiliki 6-7 modul yang harus dipelajari
  2. Guru maksimal mengambil/menyelesaikan 3 KK
  3. Guru wajib mengikuti kegiatan online selama 6 minggu dengan 10 jam/minggu
  4. Guru mengikuti pertemuan dengan Mentor untuk bimbingan tatap muka 1 kali per minggu
  5. Setelah selesai Diklat Guru wajib menyelesaikan Ujian Kompetensi Guru
  6. Target peningkatan nilai UKG tiap peserta adalah minimal ≥ 65.

Contoh pelaksanaan

  • 6 minggu online, 6 x pertemuan konsultasi @ 2 jam/minggu
  • Guru mengikuti diklat GP Blended untuk Modul A, B, E atas biaya Pusat Guru Pembelajar moda daring kombinasi guru bisa mengakses laman http://gurupembelajar.kemdikbud.go.id/ atau http://konten.elearning.id/ untuk mendapatkan modul yang dibutuhkan

3. Guru Pembelajar Moda Daring (Full)


Moda DARING PENUH bagi guru-guru yang hasil UKG-nya di atas standar UKG 2015

Ketentuan :

  1. Memiliki 3-5 modul yang harus dipelajari.
  2. Guru maksimal mengambil/menyelesaikan 3 KK
  3. Guru wajib mengikuti kegiatan online selama 6 minggu dengan 10 jam/minggu
  4. Difasilitasi oleh Guru Pengampu
  5. Setelah selesai Diklat Guru wajib menyelesaikan Ujian Kompetensi Guru
  6. UKG dapat dilakukan lebih dari 1 kali diluar keikutsertaannya dalam diklat.
  7. Target peningkatan nilai UKG 2016 tiap peserta adalah minimal ≥ 65.

Cara pelaksanaan Model Full Daring Guru Pembelajar

screenshot_83

  • 6 x pertemuan konsultasi @ 2 jam/mimggu
  • Guru harus mempelajari 4 modul
  • Guru Pembelajar moda daring ini guru bisa mengakses laman http://lms.gurupembelajar.id/ atau http://konten.elearning.id/ untuk mendapatkan modul yang dibutuhkan

Demikianlah 3 jenis moda pelatihan guru pembelajar yang dapat kami berikan untuk guru se-Indonesia. Semoga dapat bermanfaat ya. Jangan lupa untuk membagikan informasi ini kepada teman, sahabat, atau rekan-rekan guru lainnya. Semoga dapat bermanfaat ya. Terima kasih.

Source:jetjetsemut.blogspot.co.id
Categories
Berita Pengumuman

Penjelasan Lengkap Mengenai Moda Tatap Muka Guru Pembelajar

Penjelasan Lengkap Mengenai Moda Tatap Muka Guru Pembelajar – Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang mengamanatkan adanya pembinaan dan pengembangan profesi guru sebagai aktualisasi dari profesi pendidik.

Untuk merealisasikan amanah Undang-undang sebagaimana dimaksud, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan Program Guru Pembelajar bagi semua guru, baik yang sudah bersertifikat maupun belum bersertifikat.

Untuk melaksanakan program guru pembelajar tersebut, pemetaan kompetensi telah dilakukan melalui Uji Kompetensi Guru (UKG) di seluruh Indonesia sehingga dapat diketahui kondisi objektif guru saat ini dan kebutuhan peningkatan kompetensinya.

Hasil UKG pada tahun 2015 menunjukkan nilai rata-rata nasional yang dicapai adalah 56,69, meningkat dibandingkan nilai rata-rata nasional dari tahun-tahun sebelumnya yaitu 47, dan sudah melampui target capaian nilai rata-rata nasional tahun 2015 yang ditetapkan dalam renstra Kemdikbud yaitu 55.

Walaupun demikian tetap menjadi cambuk bagi pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, khususnya Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, untuk berusaha lebih keras lagi agar dapat mengejar target yang ditetapkan pada tahun 2016 yaitu 65.

Untuk itu Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan mengembangkan program peningkatan kompetensi guru berdasarkan hasil UKG 2015 yang disebut dengan Program Guru Pembelajar.

Penjelasan Lengkap Mengenai Moda Tatap Muka Guru Pembelajar

Program Guru Pembelajar adalah program peningkatan kompetensi bagi guru yang melibatkan partisipasi publik meliputi pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, orang tua siswa, serta dunia usaha dan dunia industri, dalam bentuk kegiatan pelatihan, kegiatan kolektif guru, dan kegiatan lain yang mendukung.

Program pelatihan sebagaimana dimaksud dilaksanakan dengan menggunakan 3 (tiga) moda pembelajaran, yakni: tatap muka, pembelajaran dalam jaringan (daring), dan pembelajaran kombinasi antara tatap muka dengan pembelajaran dalam jaringan (daring kombinasi). Artikel Kali ini membahas mengenai moda pembelajaran GP tatap muka.

Pengertian Guru Pembelajar Moda Tatap Muka

Diklat Guru Pembelajar Moda Tatap Muka adalah bagian dari sistem pembelajaran, dimana terjadi interaksi secara langsung antara fasilitator dengan peserta pembelajaran. Interaksi pembelajaran yang terjadi dalam diklat tatap muka meliputi pemberian input materi, tanya jawab, diskusi, latihan, praktek, dan/atau  penilaian.

Yang termasuk moda tatap muka adalah tatap muka penuh dalam satu blok waktu tertentu, tatap muka tidak penuh (in-on-in), dan tatap muka dalam kegiatan kolektif guru yaitu Pusat Kegiatan Gugus (PKG) untuk guru TK, Kelompok Kerja Guru  (KKG) untuk guru SD, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) untuk guru SMP/SMA/SMK, dan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK).

Peserta GP Moda Tatap Muka

Peserta Diklat Guru Pembelajar Moda Tatap Muka ditetapkan oleh penyelenggara Diklat, yaitu Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK dan LPPPTK KPTK) sesuai dengan jenis mata pelajaran atau paket keahlian yang diampu.

Penetapan peserta diklat didasarkan pada pertimbangan terhadap nilai yang dicapai guru peserta UKG tahun 2015, yang meliputi :

  • Jumlah modul yang harus dipelajari sebanyak 8-10 modul. Artinya nilai rata-rata UKG yang belum memenuhi KCM sebanyak 8-10 modul. Silakan disimak dalam artikel mengenai Raport UKG 2015 (atau lihat gambar di bawah)
  • Semua guru yang bertugas di daerah 3T.
  • Guru yang karena pertimbangan geografis dan/atau pertimbangan lain yang disepakati oleh otoritas terkait tidak memungkinkan untuk mengikuti Diklat GP Moda Daring ataupun daring kombinasi

Jadi Intinya: Moda Tatap Muka Ini, untuk guru yang kemarin ‘merah-merah’ nya mencapai 8-10 modul.

Contoh:

Moda Tatap Muka Guru Pembelajar

Struktur Program Diklat

1. Diklat Pola 60 JP

screenshot_70

Struktur program diklat guru pembelajar tatap muka dirancang berdasarkan pada hasil uji kompetensi guru tahun 2015 dan disusun dalam rangka meningkatkan kompetensi guru secara bertahap dan berkesinambungan.

2. Diklat Pola 100 JP

screenshot_78

Pola diklat guru pembelajar moda tatap muka untuk 2 modul pelatihan adalah 60 jam pelajaran @ 45 menit untuk guru mata pelajaran, guru kelas SD, dan guru BK, serta 100 jam pelajaran @ 45 menit untuk guru kejuruan. Struktur Program Diklat Guru Pembelajar Moda Tatap Muka dirancang sebagai berikut :

Perangkat Diklat Guru Pembelajar Moda Tatap Muka

Perangkat Diklat Guru Pembelajar Moda Tatap Muka meliputi :

  1. Modul Pelatihan, yang memuat kompetensi pedagogik dan profesional
  2. Silabus dan Satuan Acara Pelatihan (SAP)
  3. Lembar kegiatan (LK)
  4. Bahan Tayang
  5. Media Pembelajaran
  6. Perangkat evaluasi (soal postes, penilaian sikap, keterampilan, dan instrument penyelenggaraan)
  7. Pedoman dan Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Diklat

Metode Pelatihan Guru Pembelajar Moda Tatap Muka

Diklat Guru Pembelajar Moda Tatap Muka menggunakan pendekatan pembelajaran bagi orang dewasa atau andragogy yang menempatkan peserta sebagai insan pembelajar dengan segenap potensi, pengalaman, dan pengetahuannya.

Berdasarkan pendekatan ini, maka metode pembelajaran yang diterapkan hendaknya mampu menggali berbagai potensi, pengalaman, dan pengetahuan peserta sehingga capaikan komptensi yang diharapkan dapat terwujud. Metode pembelajaran yang dimaksud diantaranya diskusi, tanya jawab, latihan, praktek, serta pemberian input materi sesuai dengan kebutuhan peserta.

Jadwal Pelaksanaan

Diklat guru pembelajar moda tatap muka dengan pola 60 JP diselenggarakan selama 7 hari. Sementara itu, tatap muka dengan pola 100 JP diselenggarakan selama 11 hari. Pengaturan jadwal kegiatan disesuaikan dengan alternatif moda tatap muka yang dipilih, yaitu: (1) tatap muka penuh, (2) tatap muka in-on-in, atau (3) tatap muka dalam kegiatan kolektif guru, sepanjang memenuhi ketuntasan materi selama 60 JP atau 100 JP.

1. Tatap muka penuh

Yakni diklat tatap muka yang tidak terputus, dilaksanakan berturut-turut selama 7 hari.

Penjadwalan Diklat Tatap muka Penuh bisa dilihat pada contoh di bawah ini:

screenshot_71

2. Tatap Muka in-on-in

a. Tatap Muka 2-3-1

Dalam opsi ini, tatap muka dilakukan pada periode in-1 selama 2 hari (yaitu TM1 dn TM2) dan pada periode in-2 selama 1 hari (yaitu TM3). Apabila secara keseluruhan pembelajaran dilakukan selama 6 hari, periode on ketika peserta melaksanakan belajar secara mandiri berlangsung selama 3 hari (atau M1,M2, dan M3).

Opsi ini sangat efektif apabila terdapat jumlah kelas yang banyak dalam lokasi yang sama atau berdekatan. Misalnya terdapat 5 kelas dalam lokasi yang sama atau berdekatan:

screenshot_72

b.    Tatap Muka 1-4-1
Dalam opsi ini, tatap muka dilakukan pada periode in-1 selama 1 hari (yaitu TM1) dan pada periode in-2 selama 1 hari (yaitu TM2). Apabila secara keseluruhan pembelajaran dilakukan selama 6 hari, periode on ketika peserta melaksanakan belajar secara mandiri berlangsung selama 4 hari (atau M1,M2, M3, dan M4).

Opsi ini sangat efektif apabila terdapat jumlah kelas yang banyak dalam lokasi yang sama atau berdekatan. Misalnya terdapat 5 kelas dalam lokasi yang sama atau berdekatan:

screenshot_73

3. Tatap muka dalam kegiatan kolektif guru

Tatap muka dalam kegiatan kelompok kolektif guru (KKG/KKG/MGMP/ MGBK), yaitu peserta berinteraksi dengan fasilitator untuk mempelajari modul yang telah ditentukan di dalam seluruh atau sebagian periode diklat di pusat belajar secara terjadwal, terstruktur, dan dilaksanakan di dalam beberapa blok waktu tertentu sebagaimana program yang disusun dalam pertemuan kelompok kolektif guru.

Peserta belajar, berdiskusi, mengerjakan tugas-tugas mandiri, melakukan refleksi, dan melakukan evaluasi akhir diklat di dalam blok waktu yang berbeda. Beberapa kegiatan tersebut dapat juga dilakukan di luar waktu terjadwal secara mandiri dan individual. Pada blok waktu yang terakhir peserta mengikuti evaluasi akhir diklat, dan kepada peserta yang memenuhi kriteria kelulusan dapat diberikan sertifikat diklat.

Penyelenggaraan diklat dalam kegiatan kelompok kolektif guru dapat dilaksanakan dengan beberapa opsi, yaitu tatap muka 60 jp, tatap muka 30 jp, dan tatap muka 20 jp.

Penilaian Diklat GP Tatap Muka

Penilaian terhadap peserta Diklat Guru Pembelajar Moda Tatap Muka meliputi penilaian Sikap, Pengetahuan, dan Keterampilan. Penilaian dilakukan melalui tes untuk ranah pengetahuan yang mencakup kompetensi profesional dan pedagogik, dan non tes untuk ranah sikap dan keterampilan.

Untuk menilai ranah pengetahuan dilakukan  melalui tes, sedangkan penilaian ranah sikap dan keterampilan melalui pengamatan selama proses pelatihan berlangsung menggunakan format-format penilaian yang telah disiapkan.

Jenis dan Lingkup Penilaian Peserta

1. Tes

Penilaian dalam bentuk tes  dilakukan pada tes akhir kegiatan diklat untuk mengukur pengetahuan secara menyeluruh peserta pelatihan setelah mengikuti proses pembelajaran. Materi yang diujikan dalam tes ini mencakup kompetensi profesional dan pedagogik pada ranah pengetahuan dari setiap mata pelatihan dalam struktur program pelatihan.

Hasil tes akhir dapat dipergunakan sebagai bahan pembanding untuk mengetahui perubahan yang terjadi antara hasil UKG dengan setelah mengikuti pelatihan, pada modul yang dilatihkan.

Skor tes dimasukkan ke dalam rekapitulasi penghitungan total yang digunakan untuk mengetahui peningkatan kompetensi peserta pada ranah pengetahuan peserta pelatihan.

a. Bentuk Tes dan Jumlah soal

Tes yang dikembangkan dalam bentuk pilihan ganda dengan 4 option. Jumlah soal untuk menguji penguasaan materi profesional  dan pedagogik dalam satu modul sejumlah 20 – 30 soal dengan proporsi 70% profesional dan 30% pedagogik.

b. Kondisi Pelaksanaan Tes

Tes dilaksanakan di dalam situasi yang terbebas dari hal-hal yang mengancam reliabilitas, antara lain: (1) jarak tempat duduk; (2) penerangan lampu; (3) ketenangan suasana; (4) kesehatan peserta; (5) kerahasiaan perangkat tes; (6) ketersediaan lembar jawaban; (7) kejelasan petunjuk pengerjaan; (8) kecukupan alokasi waktu; (9) pengawasan dari penguji/panitia; dan (10) hal-hal lain yang mengganggu pelaksanaan tes.

c. Alokasi Waktu

Tes memerlukan alokasi waktu selama 1 jam pelajaran atau 45 menit.

d. Penyekoran

Penyekoran dilakukan dengan memberikan angka 1 untuk jawaban betul dan angka 0 untuk jawaban salah pada setiap butir tes. Banyaknya butir yang dijawab betul mengindikasikan tingkat penguasaan kompetensi peserta pelatihan yang tinggi, dan sedikitnya butir yang dijawab betul mengindikasikan tingkat penguasaan kompetensi peserta pelatihan yang rendah.

Untuk memperoleh skor atau  nilai setiap peserta pelatihan,  rumusnya adalah sebagai berikut:

screenshot_74

Dengan  demikian,  skor perolehan maksimum  peserta  pelatihan  adalah 100 dan  skor minimum adalah 0.

2.    Non Tes

Non Tes dilakukan untuk menilai proses selama pelatihan. Penilaian proses menggunakan metode penilaian acuan patokan (PAP) yang dilakukan di setiap mata pelatihan. Instrumen penilaian proses menggunakan instrumen yang disusun oleh tim. Lingkup penilaian proses sebagai berikut.

a.    Penilaian Ranah Keterampilan

Penilaian dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan peserta dalam mendemonstrasikan pemahaman dan penerapan pengetahuan yang diperoleh serta keterampilan yang mendukung kompetensi dan indikator. Aspek keterampilan ini menggunakan pendekatan penilaian autentik yang mencakup bentuk tes dan nontes.

Karena kompetensi yang diukur pada ranah keterampilan bersifat kontinyu, maka diperlukan cara untuk memudahkan penilaian kepada peserta. Penilaian aspek keterampilan dilakukan pada saat pembelajaran melalui penugasan individu dan/atau kelompok oleh fasilitator.  Kriteria nilai adalah sebagai berikut.

screenshot_75

b.    Penilaian Ranah Sikap

Penilaian ini dimaksudkan untuk mengetahui sikap peserta dalam berbagai aspek antara lain: sikap pada saat menerima materi pelatihan; sikap pada saat melaksanakan tugas individu dan kelompok; sikap terhadap fasilitator; sikap terhadap teman sejawat; dan sikap pada saat mengemukakan pendapat, bertanya, dan menjawab.

Secara sederhana, aspek sikap yang dinilai hanya mengukur kerjasama, disiplin, dan tanggungjawab. Pengukuran terhadap ranah sikap ini dapat dilakukan melalui pengamatan sikap. Penilaian aspek sikap dilakukan mulai awal sampai akhir pelatihan secara terus menerus yang dilakukan oleh  fasilitator  pada  setiap materi  pelatihan.

Skor penilaian sikap menggunakan skala 0-100 dengan kriteria nilai sebagai berikut.

screenshot_76

3.    Rekapitulasi Nilai Akhir

Untuk menjamin kualitas pelaksanaan pelatihan, maka kepada semua peserta diklat akan dilakukan penilaian. Penilaian terdiri atas:
1).  Penilaian Pengetahuan (Tes akhir)
2).  Penilaian Sikap (selama proses pelatihan)
3).  Penilaian Keterampilan (melalui proses dan hasil pelatihan)

screenshot_77

Source:jetjetsemut.blogspot.co.id