Categories
IPA Mapel

Proses Metamorfosis Katak Beserta Penjelasan Terlengkap

Proses Metamorfosis Katak Beserta Penjelasan Terlengkap – Hewan amphibi merupakan kelompok hewan yang hidup di dua habitat, air dan daratan. Oleh karena itu dalam siklus hidup amphibi, seperti katak, akan mengalami perubahan bentuk yang diadaptasikan untuk dapat hidup pada habitatnya.

Perubahan bentuk pada katak ini disebut dengan metamorposis, istilah yang berasal dari bahasa yunani yang berarti perubahan bentuk (transformasi). Kecebong, merupakan larva katak yang memiliki bentuk yang sangat berbeda dengan katak dewasa.

Perbedaan ini didasarkan pada habitatnya. Katak menghabiskan hidup dalam air untuk perkembangan embrio dan larvanya, setelah itu akan ke darat untuk mencari makan dan perkembangan reproduksi, dan akan kembali ke air untuk berpijah (reproduksi).

Ketika musim kawin tiba, maka katak akan sering di daerah berair untuk reproduksi. Hal ini karena pembuahan pada katak terjadi di luar tubuh, oleh karena air atau tempat lembab amat penting untuk memfasilitasi pergerakan sperma agar dapat bergerak membuahi sel telur.

Katak jantan selaluberukuran lebih kecil dibanding katak betinanya. Ketika perkawinan, katak jantan kan memegang katak betina dari punggung badan katak betina, hal ini dikenal dengan istilah ampleksus. Pada katak tidak terjadi kopulasi (penyatuan alat kelamin).

Saat ampleksus terjadi katak betina akan melepaskan sel-sel telur yang memiliki bentuk seperti jeli, sedang katak jantan akan mengeluarkan sel-sel spermanya. Telur-telur yang dibuahi akan berkembang menjadi zigot. Adapun tahapan metamorfosis pada katak ialah sebagai berikut:

Proses Metamorfosis Katak Beserta Penjelasan Terlengkap

Proses Metamorfosis Katak Beserta Penjelasan Terlengkap
Image source: image.google.com

TELUR

Katak melepaskan begitu banyak telur, meski demikian tidak semua telur mampu berembang menjadi katak. Hal ini karena pembuaha diluar tubuh akan jauh berbahaya (beresiko) dibanding pembuahan di dalam tubuh.

Hambatan-hambatan seperti arus air, predator mungkin dapat menghalangi proses pertemuan sel gamet atau menghalangi perkembangan embrio. Embrio katak berkembang dalam struktur telur yang kenyal seperti jeli, yang dilengkapi dengan kuning telyr, sebagai sumber nutrisi satu-satunya untuk perkembangan embrio katak di dalam telur.

Oleh karena itu, untuk melindungi telur-telur ini dari penguapan dan hambatan lainnya, wilayah air merupaka pilihan yangbaik untuk menjaga stukturnya. Induk katak meletakkan telurnya pada suatu wilayah dengan air yang tenang (tidak mengalir) seperti kolam, danau, dan lainnya.

Air yang menglir jauh lebih berbahaya bagi perkembangan embrio di dalam telur. Sedangkan beberapa katak, seperti katak pohon, meletakkan telur-telurnya di cabang-cabang pohon. Telur katak pohon memiliki struktur seperti busa (kokon) yang akan menjaga telur tetap lembab dikala kekeringan akibat panas matahari.

Ketika hujan turun, kokon-kokon ini akan pecah melepaskan larva yang telah matang dan akan membawanya ke aliran sungai. Pada katak, telur menetas menjadi larva memakan waktu sekitar 21 hari. Larva-larva ini disebut dengan istilah kecebong.

TADPOLE

Setelah menetas, kecebong masih mengandalkan sisa kanung kuning untuk mencukupi kebutuhan makanannya. Pada awal ini kecebong belum sempurna dalam pembentukkan organ insang, mulut, dan ekor, sehingga masih sangat lemah.

Setelah 7 sampai 10 hari setelah menetap, perkembangan organ—organ tersebut telah sempurna, dan kecebong mulai aktif berenang mencari makanan berupa alga. (larva katak, kecebong, merupakan pemakan tumbuhan atau herbivora).

Kecebong bernafas menggunakan insang di permukaan luar tubuhnya. Sekitar minggu ke-4, perkembangan insang yang akan ditutupi oleh struktur kulit, sehingga llambat laut, insang akan masuk ke dalam tubuh, dan nantinya akan menghilang ketika kecebong mulai berubah menjadi katak muda.

Pada minggu ini juga kecebong mulai terjadi pembentukan gigi yang tipis. Sekitar minggu ke-6 sampai ke-9, mulai terbentuk kaki, du pasang kaki, kaki depan dan kaki belakang sebaga suatu ciri bahwa kecebong akan segera bertransformasi.

Selain itu, pembentukkan tubuh, seperti bentuk kepada dan tubuh katak yang mulai memanjang. Pada periode ini, kecebong mulai memakan serangga-serangga yang mati yang masuk ke perairan, dan masih mengkonsumsi tumbuhan. Setelah minggu ke-9, kecebong, telah sempurna memiliki bentuk seperti katak, hanya saja dengan ekor yang panjang.

KATAK MUDA (FROGLET)

Pada minggu ke-12, katak muda masih memiliki ekor tapi sangat pendek. Pada periode ini katak muda mulai meninggalkan perairan dan menuju daratan. Perubahan takhanya terjadi di bagian luar tubuh namun juga di dalam tubuh.

Insang yang dimiliki saat kecebong akan dihilangkan, dan sebagai gantinya paru-paru akan berkembang. Katak muda dan dewasa bernafas menggunakan paru-paru dan lapisan kulitnya. Selain itu, sistem pencernaan katak akan diadaptasikan sebagaimana katak berubah selera makan menjadi pemakan serangga (karnovira).

KATAK DEWASA

Antara minggu ke-12 sampai minggu ke-16, katak muda telah sempurna kehilangan ekornya dan berubah menjadi katak dewasa. Pada fase ini katak aktif mencari makan di daratan. Katak merupakan predator serangga-serangga kecil, lidah katak mampu memanjang untuk menangkap mangsanya.

Katak dewasa akan kembali ke perairan untuk melakukan perkawinan, meletakkan telur-telurnua, dan siklus hidupnya pun akan kembali terulang pada calon anak-anaknya.

Source: kelasipa.com
Categories
IPA Mapel

Penjelasan Proses Metamorfosis Lalat dari Telur – Lalat Dewasa

Penjelasan Proses Metamorfosis Lalat dari Telur – Lalat Dewasa – Lalat merupakan salah satu serangga yang menjadi vektor (pembawa) bibit – bibit penyakit. Lalat biasa menghampiri tempat-tempat kotor seperti sampah, kotoran, lalu hinggap ke dlam makanan atau benda-benda pribadi milik kita.

Dengan demikian bibit penyakit dari kotoran itu dapat menyebar. Penyakit yang dibantu penyebarannya oleh lalat antara lain, penyakit tidur (Trypanosoma gambiese), diare, dan lain-lain. Sama seperti serangga lainnya, tubuh lalat terdiri atas tiga bagia, kepala, dada, dan perut.

Lalat memiliki dua pasang sayap, yang mana sepasang sayap mereduksi bentuknya (mengecil) yang disebut dengan halter, oleh karena itu banyak dari kita mengira bahwa lalat hanya memiliki sepasang sayap. Gerakan sepasang halter ini menimbulkan bunyi “nging” yang ditemukan pada lalat.

Lalat mengalami metamorfosis sempurna seperti pada kupu- kupu dan nyamuk. Tahapan-tahapan metamorfosis yang terjadi pada lalat yaitu:

Penjelasan Proses Metamorfosis Lalat dari Telur – Lalat Dewasa

Penjelasan Proses Metamorfosis Lalat dari Telur - Lalat Dewasa
Image source: image google.com

1. TELUR

Setelah perkawinan, lalat betina akan meletakkan telur-telur ditempat- tempat yang sesuai tergantung pada jenisnya. Telur- telur ini tersusun seperti tumpukan yang dpat disusun dari 150 telur.

Setlah memperoleh tempat yang sesuai, seperti tempat yang kotor, bangkai, benda-benda yang permukaanya gelap, induk betina mampu memproduksi lima sampai enam tumpukan telur dalam beberapa hari.

Pada lalat buah, induk betina meletakkan telur- telurnya di dalam buah yang sedang berkembang, sedang lalat rumahbiasa meletakkan telur-telurnya di tempat- tempat yang kotor seperti bangkai atau tumpukkan sampah.

2. LARVA

Telur – telur akan menetas dalam beberapa hari menjadi larva yang disebut dengan maggot atau belatung. Bentuk belatung hampir sama dengan ulat pada kupu- kupu, tidak berkaki dan berwarna putih. Larva lalat rumah merupakan pemakan daging dan senyawa organik lainya, sedang larva lalat buah pemakan buah (herbivora).

Sehingga tak ada perbedaan makanan antara larva dengan hewan dewasanya, tidak seperti pada serangga lain yang mengalami transisi jenis makanan. Larva memiliki mulut yang dilengkapi dengan gigi-gigi halus.

Seperti pada larva serangga lainnya, lambat laut ukuran tubuh larva makin membesar, sehingga rangka luar tubuhnya tidak akan muatlagi. Maka dengan itu, seiring bertambahnya ukuran tubuh, larva akan mengalami molting atau pergantian kulit dengan rangka luar yang lebih besar.

Larva lalat mengalami pergantian kulit sampai 2 atau tiga atau lebih tergantung pada jenisnya. Pertumbuhan larva sangat cepat, dalam waktu kurang dari dua hari, ukuran tubuhnya dapat bertambah dua kali lipat dibanding ukuran awal, pada saat inilah mereka akan mengganti kulitnya (molting).

3. PUPA

Setelah berganti kulit sampai beberapa kali, selanjutnya larva akan menjadi pupa. Larva- larva berigrasi mencari tempat yang gelap untuk berubah menjadi pupa. Pupa lalat memiliki struktur yang mirip dengan pupa kupu- kupu.

Pupa dilindungi oleh eksoskleton yang mengeras, berwarna kecoklatan, yang disebut dengan kokon. Pupa tidak aktif melakukan aktivitas (makan), namun di dalam tubuhnya terjadi proses metabolisme yang sangat aktif dalam pembentukan bentuk lalat yang memerlukan energi amat banyak.

Pada hari ke-3 sampai hari ke-6 terjadi pembentukan kaki dan juga sayap. Selanjutnya pupa akan menetas dan berubah menjadi lalat yang memiliki bentuk yang sangat berbeda ketika saat menjadi larva.

4. LALAT DEWASA

Setelah keluar dari fase pupa, lalat aktif terbang mencari maknan. Setelah dua sampai tiga hari lalat betina siap melakukan reproduksi. Lalat memiliki maa hidup yang pendek, oleh karena itu lalat sering dijadikan objek penelitian.

Masa hidup hidup lalat rta- rata ialah 21 hari. Lalat betina mampu menghasilkan telur sebanyak 900 selama hidupnya. Pada fase ini, lalat akan kembali meletakkan telur- telurnya yang akan menghasilkan individu- individu baru.

Sumber: http://www.kelasipa.com/