Categories
IPA Mapel

Proses Sistem Pencernaan Pada Reptil dan Fungsi-Fungsi Organnya

Proses Sistem Pencernaan Pada Reptil dan Fungsi-Fungsi Organnya – Sebagian besar reptil adalah pemakan daging (karnivora) yang memiliki sistem secara lebih sederhana dibanding pemakan tumbuhan (herbivora).

Daging/makanan yang berasal dari hewan lebih mudah dicerna dibanding makanan dari tumbuhan. Hal ini karena adanya perbedaan struktur sel kedua jenis makanan tersebut. Sel-sel tumbuhan memiliki dinding sel yang tersusun dari senyawa selulosa, yang sulit dicerna karena tidak memiliki enzim selolase.

Oleh karena itu, herbivora akan mengadakan simbiosis mutualisme dengan bakteri atau protozoa penghasil enzim selulase (mikroorganisme selulolitik).

Proses Sistem Pencernaan Pada Reptil dan Fungsi-Fungsi Organnya

Proses Sistem Pencernaan Pada Reptil dan Fungsi-Fungsi Organnya
Image source: image.google.com

1. Mulut

Makanan akan diingesti ke dalam rongga mulut reptil yang akan mengalami pencernaan secara mekanik maupun kimiawi. Mulut disusun oleh sel-sel bersilia yang mengsekresikan mukus/lendir  untuk membantu melumasi makanan agar mudah ditelan.

Pada reptil pemakan daging (karnivora), mulut dilengkapi dengan gigi-gigi yang tajam yang membantu menangkap objek makanannya. Sedangkan pada reptil herbivora, terdapat gigi yang sederhana  dalam rongga mulutnya.

Keberadaan kerikil-kerikil kecil dalam lambung yang dikenal dengan “gastrolit”  juga membantu kerja gigi dalam mencerna makanan di dalam mulut.

Beberapa reptil bahkan memiliki lidah panjang yang dapat dijulurkan ke luar guna mendeteksi panas yang dipantulkan dari tubuh mangsanya, juga dapat digunakan untuk menagkap mangsanya dan digunakan untuk minum.

Rahang atas dan rahang bawah reptil tidak menyatu, hal ini memungkinkan reptil untuk memangsa hewan yang berukuran lebih besar dari dirinya. Kelenjar ludah mebnghasilkan saliva yang mengandung enzim pencernaan. Beberapa reptil, memiliki kelenjar racun di dalam rongga mulut yang berfungsi untuk melumpuhkan mangsanya.

2. Esofagus

Esofagus pada reptil memiliki panjang yang bervarian tergantung spesiesnya. Esofagus disusun atas sel-sel bersilia dan sel goblet yang menghasilkan lendir/mukus.

Saluran esofagus akan menghantarkan makanan dari mulut  menuju lambung melalui gerakan peristaltik yang dibantu oleh otot-otot penyusun dinding esofagus. Di dalam esofagus tidak terjadi proses pencernaan.

3. Lambung

Lambung akan meneruskan pencernaan dari mulut. Dinding-dinding lambung melepaskan enzim-enzim pencernaan dan getah lambung (HCL) kemudian membantu memecah senyawa protein. Setelah itu, makanan akan dialirkan menuju usus halus melalui sfingter piloris.

4. Intestinum (Usus Halus)

Usus halus merupakan organ terpanjang pada sistem pencernaan. Duodenum merupakan bagian usus halus yang pertama kali menerima kim dari lambung. Kelenjar-kelenjar pencernaan, hati, dan pankreas membantu mencerna makanan secara kimiawi dengan mengeluarkan sekretnya (tidak terjadi pencernaan mekanik di usus halus).

Pankreas mengeluarkan enzim-enzim ke dalam lumen duodenum yang akan membantu menghidrolisis makanan yang mengandung karbohidrat oleh karbohidrase, lemak oleh lipase, dan protein oleh proteinase.

Garam empedu yang disimpan di dalam kantung empedu merupakan hasil perombakan sel darah merah yang telah usang.

Garam empedu disekresikan ke lumen duodenum untuk membantu dalam pencernaan lemak dan penyerapan vitamin yang terlarut dalam lemak. Selain itu, di dalam garam empedu terdapat zat warna “urobilin” yang akan mewarnai feses.

Lebih jauh lagi, dinding duodenum juga menghasilkan enzim pencernaan yang membantu melumatkan lebih dalam kim yang berasal dari lambung.

Pencernaan terus berjalan seiring dengan didorongnya partikel-partikel makanan menyusuri jejenum melalui gerakan peristaltik otot-otot usus.

Penyerapan sari-sari makanan berlangsung di usus ileum yang memilki pembuluh darah dan limfe disepanjang dinding ileum. Adanya pelipatan sel epitelium dinding ileum yang disebut dengan “jonjot vili” membuat luas permukaan penyerpan usus semakin luas.

5. Usus Besar

Makanan yang tidak dicerna didorong menuju usus besar. Terdapat sekum yang pendek yang membatasi antara usus halus dengan usus besar. Sekum berkembang baik pada reptil pemakan tumbuhan (herbivora).

Di dalam usus besar, reptil akan mengalami pembususkan dan pengurangan kadar air. Dinding-dinding sel usus besar menyerap kelebihan air dan nutrisi penting yang belum diserap saat di bagian ileum,

6. Kloaka

Merupakan muara tiga saluran, urin, reproduksi dan pencernaan. Kloaka merupakan muara  menjadi tiga bagian:

1.    Korprodaeum    : tempat keluar dari sistem pencernaan
2.    Uradaeum        : menerima dari saluran urin dan sel kelamin
3.    Proctodaeum    : daerah pengumpul.

Source: kelasipa.com
Categories
IPA Mapel

Sistem Pencernaan Pada Katak dan Fungsi dari Berbagai Organ Pentingnya

Sistem Pencernaan Pada Katak dan Fungsi dari Berbagai Organ Pentingnya – Katak dan amphibi lainnya mengalami perubahan bentuk (metamorfosis), hal ini akan berpengaruh pada organ-organ seperti organ pencernaan.

Larva katak (kecebong) adalah herbivora, sedangkan katak dewasa adalah predator serangga. Katak dewasa memiliki sistem pencernaan yang lebih rumit dibanding larva katak. Tak jauh berbeda dengan sistem pencernaan pada manusia, katak memiliki saluran dan kelenjar pencernaan yang mengalami beberapa modifikasi di organ tertentu.

Sistem Pencernaan Pada Katak dan Fungsi dari Berbagai Organ Pentingnya

Sistem Pencernaan Pada Katak dan Fungsi dari Berbagai Organ Pentingnya
Image source: image.google.com

Katak adalah pemakan hewan-hewan kecil seperti serangga. Untuk mengakomodasi kebutuhan makannya, lidah katak berukuran panjang yang dapat digulung. Hal ini merupakan bentuk adaptasi guna menangkap makanannya.

Sederetan gigi-gigi kecil yang “rapuh” di sebelah dalam tepi rongga atas mulut, disebut dengan gigi maksila. Gigi maksila sangat lemah, tidak dapat digunakan untuk menangkap makanan. Oleh karenanya, katak mengalami bentuk adaptasi lidah yang panjang, dapat digulung, bersifat kenyal dan lengket.

Makanan dimasukan ke dalam mulut, akan dicampur dengan saliva yang dihasilkan oleh kelenjar ludah di rongga mulut. Saliva membantu memecah makanan secara kimiawi, mengubah zat tepung menjadi gula sederhana.

Sepasang gigi voramen (berbentuk kerucut) menghiasi rahang atas rongga mulut yang membantu untuk memegang dan mengunyah makanan. Makanan yang telah dilumatkan bercampur dengan saliva, didorong menuju faring lalu ke esofagus.

Esofagus yang pendek menghantarkan makanan menuju lambung. Saliva dan cairan mukus yang disekresikan faring ke dalam makanan membantu dalam proses penelanan. Selain itu. esofagus menghasilkan cairan alkali guna memudahkan penelanan makanan.

Di lambung makanan akan dicerna secara kimiawi dan mekanik. Lambung merupakan organ penyimpan makanan untuk sementara. Partikel-partikel makanan akan dicampur dengan sekret lambung yang mengandung enzim-enzim pencernaan dan getah lambung.

Lambung katak terbagi menjadi 2 bagian, kardiak adalah bagian yang berbatasan dengan esofagus, sedangkan piloris bagian yang berbatasan dengan usus halus menuju kloaka.

Otot dinding-dinding lambung membantu meremas-remas makanan membantu mencerna secara mekanik sedangkan di sisi lain enzim-enzim pencernaan dan getah lambung bekerja mencerna makanan secara kimiawi.

Makanan katak yang berupa serangga akan dibantu dicerna oleh enzim kitinase. Dinding lambung menghasilkan enzim kitinase yang membantu mencerna zat kitin penyususn rangka luar/cangkang yanng keras pada arthropoda (serangga).

Hal ini memudahkan katak dalam menyerap nutrisi dari makanannya, serangga. Partikel-partikel makanan dialirkan menuju usus halus melalui gerakan peristaltik. Terdapat sfingter piloris yang membatasi lambung dengan usus halus, berfungsi mencegah agar makanan tak dapat masuk kembali ke dalam lambung.

Usus halus menerima makanan dari lambung, melanjutkan pencernaan secara kimiawi. Usus katak terbagi menjadi daerah pencernaan (duodenum) dan daerah penyerapan (ileum). Sebagian besar proses pencernaan berlangsung di dalam usus halus.

Enzim-enzim pencernaan dari kelenjar pencernaan pankreas disekresikan ke dalam ruang usus halus. Garam empedu hasil sekresi dari hati dicurahkan ke dalam ruang usus halus guna mengemulsikan lemak untuk dipecah oleh enzim lipase menjadi asam lemak dan gliserol.

Sari-sari makanan akan diserap melalui pembuluh darah di sepanjang ileum (usus penyerapan) untuk diedarkan ke seluruh sel di dalam tubuh.

Sisa-sisa makanan yang tidak tercerna akan didorong secara peristaltik menuju usus besar. Sama halnya seperti manusia, di dalam usus besar ampas makanan ini akan mengalami pembusukan, penyerapan air dan nutrisi yang tak terserap ketika berada di usus halus.

Kotoran akan dibuang melalui kloaka, merupakan muara tiga saluran, saluran pencernaan, saluran urine, dan saluran reproduksi. Hal in memungkinkan katak untuk defekasi, berkemih, bahkan mengeluarkan sel kelamin secara bersamaan.

Source: kelasipa.com